EXAMPLE
Kalimat itu keluar dari mulut seorang laki laki berumur sekitar 30-an lebih yang sempat ngobrol dengan saya selepas dhuhur di serambi masjid Gede Kauman Jogja beberapa hari yg lalu. Laki-laki berkemeja putih rapi yang dimasukkan ke dalam celana hitamnya itu adalah seorang sales kaus kaki dan ikat pinggang.
Menurut ceritanya, dia baru saja berkeliling berjalan kaki keluar masuk kantor dan sekolahan, menghampiri penunggu bus di halte bis trans Jogja, melangkah masuk ke perumahan dan perkampungan, lalu berbelok mencari peruntungan di seputaran alun alun utara, hingga tepat tengah hari ini melepas lelah di Masjid Gede Kauman di sebelah barat alun alun utara. “Walah dikit mas, belum nutup”, jawabnya ketika saya tanya, dia enggan menyebutkan hasil jualannya hari ini. “Apalagi sekarang ini sudah banyak kantor yang melarang para sales masuk, nggak tahu lah pokoknya asal jalan, kalau rejekinya lagi ada juga nggak bakalan kemana”, lanjutnya. Masih mengutip kalimatnya saat itu; “Pekerjaan yang benar-benar halal itu zaman sekarang ini makin berkurang, sangat sulit ditemui”, katanya, tetapi, tambahnya lagi; “Yang sulit ditemui itu bukan berarti tidak ada kan…”.
Posted at 8:15 AM | | 0 Comments

